Senin, 20 Maret 2017

Hai Miiko vol 29: Akhirnya Miiko naik kelas


Judul buku: Hai Miiko vol 29 (Kocchimuite Miiko vol 29)
Pengarang: Ono Eriko
Penerbit: M&C
Penerjemah: Dian Indrinuswati
Cetakan 1, Maret 2017
Segmen: Remaja, semua umur
Genre: Komik, manga


Setelah lama menunggu, akhirnya salah satu komik yang selalu saya nantikan terbit juga. Hai Miiko vol 29 dikemas spesial, karena saat beli ada bonus dibelakangnya, yaitu sebuah pouch/sarung mini, karenanya pas beli harganya menjadi mahal banget, jadi Rp 55,000 rupiah. Tapi berhubung saya sudah suka Miiko, dan nggak sabar untuk membaca ceritanya, jadi tanpa pikir panjang saya langsung membayarnya ke kasir. Hai Miiko vol 29 sama seperti komik Hai Miiko vol 28 edisi spesial yang mendapat tambahan bonus merchandise dan juga jumlah halaman yang lebih banyak dari edisi regular. 


Langsung saja, bahas cerita Miiko 29 yah. Miiko 29 terdiri dari 8 cerita mengenai kisah Miiko dkk plus 1 cerita bonus di luar tokoh Miiko dkk (namun saya rasa masih dalam dunia yang sama dengan Miiko). 

Dari 8 cerita Miiko, ada beberapa cerita yang saya sukai, karena ceritanya terasa dalam, yaitu:

1. Berjuanglah di pertandingan renang. Sekolah Miiko mengadakan lomba renang dan Miiko salah satu peserta yang terpilih untuk mewakili kelasnya. Masalahnya meski suka renang, tapi ternyata Miiko ngga bisa berenang. Jadi bagaimana donk? Ada 1 kutipan dari tokoh Tappei yang saya suka di cerita ini, "Jangan memikirkan sesuatu yang nggak bisa kau kendalikan. Cukup lakukan sepenuh hati. Lakukan yang kau bisa." Intinya, berusaha, berlatih dan berjuang. Dan saya menyadari pesan moralnya, terkadang bukan hasil yang terpenting, tapi proses. 

2. Harapan Miiko di tahun 2015. Melihat tahunnya di judul, sepertinya Ono sensei bikin cerita ini di tahun 2015. Oke, dari seluruh cerita Hai Miiko vol 29, menurut saya inilah yang ceritanya paling dalam dan juga sarat pesan kemanusiaan. Saya tidak akan cerita mengenai jalan ceritanya, yang pasti saya setuju dengan Ono sensei bahwa perang itu sangat menyedihkan dan sia-sia. Cerita Miiko yang ini juga bisa menjadi referensi traveling lho untuk kalian yang ingin ke Jepang dan mencoba ke tempat-tempat yang sering disebutkan dalam komik. 

Ini bukan pertama kalinya ada scene perang dalam komik Miiko, Ono sensei juga pernah membahas tentang betapa mengerikannya perang dalam cerita anak-anak Hiroshima di Hai Miiko edisi lampau. Yang semakin menegaskan ketidak-sukaan Ono sensei akan perang. Ada sedikit catatan juga mengenai mengapa Ono sensei membuat scene mengenai perang, dan saya suka cara Ono sensei memberi pengertian mengenai "jahatnya" perang terhadap para pembaca belia tanpa terkesan menggurui. 

3. Jangan kalah, Mamoru. Untuk cerita ini, Ono sensei membahas tema "bullying" atau penindasan, Awalnya saya mengira cerita akan diselesaikan dengan adanya campur tangan ortu/guru, tapi ternyata penyelesaiannya sangat khas Miiko yang sukses membuat saya tertawa. Yang pasti cerita ini, bikin saya suka dengan mamanya Miiko. 

4. Aku dan anak itu. Satu lagi cerita dengan tema bullying yang dikemas lebih "berat dan dewasa" daripada cerita Mamoru. Cerita terakhir ini, boleh terbilang cerita bonus karena tidak ada hubungannya dengan Miiko dan teman-temanya sama sekali, meski saya yakin masih berada dalam setting kota yang sama dengan Miiko. Kisah 2 anak perempuan di mana yang satu adalah si penindas (Arisa) dan anak peremuan satu lagi adalah korbannya (Masumi). Karena suatu peristiwa, mereka bertukar tubuh. Saya suka bagaimana Ono sensei menggambarkan kehidupan 2 anak perempuan tersebut. Meski Masumi selalu menjadi korban Arisa, tapi di luar itu  kehidupan Masumi menurut saya lebih beruntung daripada Arisa. 

5. Kelas 6! Saat membaca cerita ini di halaman pertama, respon saya adalah, "Wah, akhirnya Miiko naik kelas juga." Karena sudah tidak terhitung berapa sering Miiko merayakan Natal dan tahun baru namun umur Miiko tidak pernah bertambah. Semoga saja kelas 6 ini tetap berlanjut di vol 30 dan bukan sekedar "suatu peristiwa atau cerita" dalam komik Miiko.

Selebihnya cerita Miiko tetap menghibur, namun tidak meninggalkan kesan sekuat cerita-cerita yang saya sebut di atas. Selain itu hubungan Tappei dan Miiko masih sama. Untuk fans Yoshida, mungkin akan kecewa karena Yoshida tidak muncul dalam vol 29 ini, tapi menurut Ono sensei, Yoshida akan muncul kembali di vol 30. 

Semoga saja untuk vol 30 tidak terlalu lama. 

Salam hangat,

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...