Senin, 20 April 2015

THE TITAN'S CURSE: STILL ADVENTUROUS AND FUNNY

Judul: TheTitan's Curse (Percy Jackson & The Olympians #3)
Pengarang: Rick Riordan
Penerbit: Mizan Fantasi (Mizan Grup)
Penerjemah: Nuraini Mastura
Editor: Soehindrat A. Shinta
Proofreader: Alfyan
Jumlah halaman: 398 halaman
Cetakan V, Juli 2010
Segmen: Remaja, dewasa muda
Genre: Fantasi, petualangan, mitologi
Rate: ★★★½


Awal cerita langsung dibuka dengan adegan Percy, Thalia dan Annabeth yang berusaha menyelinap masuk ke sebuah asrama sekolah militer untuk mencari keberadaan anak-anak blasteran lain yang dikabarkan Grover berada di sekolah tersebut. 

Ternyata tidak hanya Percy dkk yang mencari keberadaan anak blasteran tersebut. Seekor monster Manticore yang menyamar sebagai salah satu guru, ternyata juga sedang mengincar anak-anak blasteran. Jadinya Percy dkk terpaksa bertarung dengan monster ganas tersebut untuk melindungi kedua anak blasteran baru yang ditemukan oleh mereka. 

Dalam pertarungan tersebut, mereka dibantu oleh sekelompok gadis yang ternyata para pemburu yang dipimpin oleh salah satu dari dewi Oympus. Meski berhasil menang, sialnya, pertarungan tersebut memakan korban salah satu dari mereka, karena Annabeth yang ingin melindungi kawan-kawannya dari serangan monster ikut terjatuh ke jurang bersama si monster. Percy meyakini Annabeth tidaklah mati, hanya menghilang ke suatu tempat bersama si monster.  

Tidak hanya itu saja, sesampainya di perkemahana blasteran, Percy mendapat mimpi kalau dewi yang membantu mereka saat melawan monter Manticore sedang ditawan dan disiksa, begitu pula Annabeth yang sedang disandera dengan ancaman akan dibunuh apabila monster yang dicari sang musuh sudah ditemukan. 

Sekarang Percy mempunyai tugas untuk:
1. Mencari dan menyelamatkan Annabeth.
2. Membantu para pemburu menyelamatkan dewi mereka. 
3. Menemukan monster purba sebelum si monster menghancurkan Olympus. 

Dan Percy, dkk hanya punya waktu sedikit untuk menemukan semua itu, karena bila mereka terlambat maka semua akan binasa. 

What I thought:

Banyak karakter baru. Pakem atau plot dalam Percy Jackson ini sebenarnya mirip sama 2 sekuelnya, yaitu quest atau misi mencari sesuatu. Karena itu buku Percy Jackson & The Olympians memang sangat kental unsur petualangannya. 

Saya butuh waktu nyaris 2 minggu untuk menamatkan buku ini. Event ATG dan pikiran saya yang gampang teralihkan oleh hal lain bikin saya lama membacanya buku ini. Bukunya sendiri sebenarnya lumayan menarik, penuturan Rick Riordan melalui karakter Percy yang sarkasme tetap lucu dan suka bikin saya senyum-senyum sendiri (walau saya juga bisa bilang terjemahannya jauh dari smooth). 

Namun buku ini juga entah mengapa tidak membuat saya merasa terikat atau penasaran sepanjang saya membacanya (karena ada kalanya saya teralihkan dengan lebih memilih main game di andro). Apakah karena plot deus ex machina yang sekarang sudah lebih mudah saya terima untuk buku ini mengingat buku ini tentang dewa-dewi, jadi unsur kebetulan atau pertolongan tiba-tiba dari para dewa-dewi sudah biasa dan itu bikin cerita jadi ketebak. Mungkin juga karena mood membaca saya sedang surut atau saya mulai bosan membaca genre fantasy terus menerus, meskipun saya suka fantasi tapi saya juga tipe yang cepat bosan akan hal yang sama terus menerus. #abaikan

Eniwei, kesukaan saya pada mitologi (meski mitologinya sudah diacak-acak oleh penulis sekiranya akarnya masih sama) jadi salah satu hal yang membuat saya tetap memberi rating bagus terhadap buku ini. Misal macam monster Ophiotaurus, selama ini kita hanya tahu monster-monster mitologi Yunani yang populer saja, macam Minotaur, Cerberus, Hydra, tapi melalui buku Percy Jackson, saya jadi tahu, ada juga sapi laut setelah di buku kedua kita diperkenalkan Hippocampus.

Untuk buku ketiga ini, beberapa tokoh dan mahluk mitologi Yunani yang dibahas adalah: 
Dewa-Dewi: Apollo, Artemis, Athena, Aphrodite (sedikit saja), Atlas.
Mahluk: Manticore, Pegasus hitam, Ophiotaurus.

Dan seperti biasa, Rick Riordan sukses membuat ending yang membuat saya jadi pengen baca buku keempatnya juga The Battle of The Labyrinth

Tapi kalau ditanya soal pengembangan karakter utama, saya lebih suka pengembangan karakter Percy di buku kedua. Tapi saya tetap suka Percy, karena Percy itu pahlawan tanpa harus menjadikan dirinya jagoan, tidak seperti Day di Legend. 

Selain itu saya juga berharap film Percy Jackson tetap dilanjutkan, karena Percy Jackson and The Olympians termasuk yang menarik bila divisualisasikan. 

Lucky Number No. 15. RC: Super Series

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...